kursor
Jumat, 03 Oktober 2014
Bilangan
1.1. BERBAGAI JENIS BILANGAN
Didalam pemrograman dengan bahasa assembler, bisa digunakan berbagai
jenis bilangan. Jenis bilangan yang bisa digunakan, yaitu: Bilangan biner,
oktaf, desimal dan hexadesimal. Pemahaman terhadap jenis-jenis bilangan ini
adalah penting, karena akan sangat membantu kita dalam pemrograman yang
sesungguhnya.
1.1.1. BILANGAN BINER
Sebenarnya semua bilangan, data maupun program itu sendiri akan
diterjemahkan oleh komputer ke dalam bentuk biner. Jadi pendefinisisan data
dengan jenis bilangan apapun(Desimal, oktaf dan hexadesimal) akan selalu
diterjemahkan oleh komputer ke dalam bentuk biner.
Bilangan biner adalah bilangan yang hanya terdiri atas 2
kemungkinan(Berbasis dua), yaitu 0 dan 1. Karena berbasis 2, maka
pengkorversian ke dalam bentuk desimal adalah dengan mengalikan suku ke-N
dengan 2N. Contohnya: bilangan biner 01112 = (0 X 23) + (1 X 22) + (1 X 21) +
(1 X 20) = 710.
1.1.2. BILANGAN DESIMAL
Tentunya jenis bilangan ini sudah tidak asing lagi bagi kita semua.
Bilangan Desimal adalah jenis bilangan yang paling banyak dipakai dalam
kehidupan sehari-hari, sehingga kebanyakan orang sudah akrab dengannya.
Bilangan desimal adalah bilangan yang terdiri atas 10 buah
angka(Berbasis 10), yaitu angka 0-9. Dengan basis sepuluh ini maka suatu angka
dapat dijabarkan dengan perpangkatan sepuluh. Misalkan pada angka 12310 = (1 X
102) + (2 X 101) + (1 X 100).
1.1.3. BILANGAN OKTAL
Bilangan oktal adalah bilangan dengan basis 8, artinya angka yang
dipakai hanyalah antara 0-7. Sama halnya dengan jenis bilangan yang lain,
suatu bilangan oktal dapat dikonversikan dalam bentuk desimal dengan
mengalikan suku ke-N dengan 8N. Contohnya bilangan 128 = (1 X 81) + (2 X 80) =
1010.
Arsitektur Dan Organisasi Komputer
1.1. BERBAGAI JENIS BILANGAN
Didalam pemrograman dengan bahasa assembler, bisa digunakan berbagai
jenis bilangan. Jenis bilangan yang bisa digunakan, yaitu: Bilangan biner,
oktaf, desimal dan hexadesimal. Pemahaman terhadap jenis-jenis bilangan ini
adalah penting, karena akan sangat membantu kita dalam pemrograman yang
sesungguhnya.
1.1.1. BILANGAN BINER
Sebenarnya semua bilangan, data maupun program itu sendiri akan
diterjemahkan oleh komputer ke dalam bentuk biner. Jadi pendefinisisan data
dengan jenis bilangan apapun(Desimal, oktaf dan hexadesimal) akan selalu
diterjemahkan oleh komputer ke dalam bentuk biner.
Bilangan biner adalah bilangan yang hanya terdiri atas 2
kemungkinan(Berbasis dua), yaitu 0 dan 1. Karena berbasis 2, maka
pengkorversian ke dalam bentuk desimal adalah dengan mengalikan suku ke-N
dengan 2N. Contohnya: bilangan biner 01112 = (0 X 23) + (1 X 22) + (1 X 21) +
(1 X 20) = 710.
1.1.2. BILANGAN DESIMAL
Tentunya jenis bilangan ini sudah tidak asing lagi bagi kita semua.
Bilangan Desimal adalah jenis bilangan yang paling banyak dipakai dalam
kehidupan sehari-hari, sehingga kebanyakan orang sudah akrab dengannya.
Bilangan desimal adalah bilangan yang terdiri atas 10 buah
angka(Berbasis 10), yaitu angka 0-9. Dengan basis sepuluh ini maka suatu angka
dapat dijabarkan dengan perpangkatan sepuluh. Misalkan pada angka 12310 = (1 X
102) + (2 X 101) + (1 X 100).
1.1.3. BILANGAN OKTAL
Bilangan oktal adalah bilangan dengan basis 8, artinya angka yang
dipakai hanyalah antara 0-7. Sama halnya dengan jenis bilangan yang lain,
suatu bilangan oktal dapat dikonversikan dalam bentuk desimal dengan
mengalikan suku ke-N dengan 8N. Contohnya bilangan 128 = (1 X 81) + (2 X 80) =
1010.
Selasa, 30 September 2014
Variabel
Variabel, Konstanta, tipe data dan Operator
Variabel
merupakan tempat untuk menyimpan nilai sementara dari suatu perhitungan. Untuk
mendeklarasikan sebuah variabel digunakan pernyataan :
Variabel untuk
sebuah prosedur hanya boleh digunakan pada prosedur di tempat mereka
dideklarasikan, dan biasanya digunakan dalam perhitungan yang menggunakan temporary.
Aturan di dalam penamaan
variabel :
■
Harus diawali dengan huruf.
■
Tidak boleh menggunakan spasi. Spasi bisa diganti dengan karakter underscore
■
Tidak boleh menggunakan karakter-karakter khusus (seperti : +, -, *, /,
< >, dll).
■
Tidak boleh menggunakan kata-kata kunci yang sudah dikenal oleh Visual
Basic 6 (seperti : dim, as, string,
integer, dll).
Sebuah variabel hanya dapat
menyimpan satu nilai data sesuai dengan type datanya. Cara mengisi nilai data ke dalam sebuah variabel :
<nama_variabel> =
<nilai_data>
Contoh : nama_user = “krisna”
Untuk type data tertentu nilai_data
harus diapit tanda pembatas. Type data string dibatasi tanda petik-ganda : “nilai data”. Type data date
dibatasi tanda pagar : #nilai data*. Type data lainnya tidak perlu tanda pembatas.
Sebuah variabel mempunyai
ruang-lingkup (scope) dan waktu-hidup (lifetime) :
■
Variabel global adalah variabel yang dapat dikenali oleh seluruh bagian program. Nilai data
yang tersimpan didalamnya akan hidup terns selama
program berjalan.
■
Variabel lokal adalah
variabel yang hanya dikenali oleh satu bagian program saja. Nilai data yang
tersimpan didalamnya hanya hidup selama bagian program tersebut dijalankan.
Konstanta
Konstanta
merupakan variabel yang nilai di dalamnya selalu tetap. Konstanta diperlukan
jika dibutuhkan sebuah nilai tetap yang harus muncul di banyak bagian dari
rutin. Kemungkinan lain penggunaan konstanta adalah untuk
mengingat angka yang sulit.
Data
Ketika seorang user (pengguna)
menggunakan sebuah program komputer, seringkali komputer memintanya untuk
memberikan informasi. Informasi ini kemudian disimpan atau diolah oleh
komputer. Informasi inilah yang disebut DATA.
Visual Basic 6 mengenal beberapa type data, antara lain :
■
String adalah type data untuk
teks (huruf, angka dan tanda baca).
■
Integer adalah type data untuk
angka bulat.
■
Single adalah type data untuk angka pecahan.
■
Currency adalah type data untuk angka mata uang.
■
Date adalah type data untuk tanggal dan jam.
■
Boolean adalah type data yang bernilai TRUE atau FALSE.
Data yang disimpan di dalam memory komputer membutuhkan
sebuah wadah. Wadah inilah yang disebut
dengan VARIABEL. Setiap variabel untuk menyimpan data dengan type
tertentu membutuhkan alokasi jumlah memory {byte) yang berbeda.
Tipe
Data
Type
Data
|
Ukuran
Storage
|
Jangkuan
|
Byte
|
1
byte
|
0
s/d 255
|
Boolean
|
2
byte
|
True
atau False
|
Integer
|
2
byte
|
-32,768
s/d 32767
|
Long
|
4
byte
|
-2,147,483,648
s/d 2,147,483,647
|
Single
|
4
byte
|
-3.402823E38
s/d -1.401298E-45 (-)
1.401298E-45 s/d 3.402823E38 (+) |
Double
|
8
byte
|
-1.79769313486232E308
s/d -4.94065645841247E-324 (-)
|
Currency
|
8
byte
|
-922,337,203,685,477.5808
s/d 922,337,203,685,477.5807
|
Decimal
|
14
byte
|
+/-79,228,162,514,264,337,593,543,950,335
|
Date
|
8
byte
|
1
Januari 100 s/d 31 Desember 9999
|
Object
|
4
byte
|
Mengacu
pada objek tertentu
|
String
(panjang variabel)
|
10
byte + panjang string
|
0
sampai lebih kurang 2 milyar
|
String
(panjang tetap)
|
panjang
dari string
|
1
sampai lebih kurang 65,400
|
Variant
(dengan angka)
|
16
byte
|
Sembarang
angka sampai jangkauan jenis Double
|
Variant
(dengan karakter)
|
22
byte + panjang string
|
Sama dengan jangkauan variabel String
|
Tipe data
Variant yang akan menyajikan semua jenis data yang didefinisikan pada visual
basic. Jika sebuah variabel dideklarasikan tanpa perintah As, maka standar dari
tipe data yang digunakan adalah variant.
Tipe data
Numeric menyimpan data berupa angka, tipe data string menyimpan rangkaian
karakter, tipe data boolean menyimpan data berupa benar/salah, tipe data Date
menyimpan data berupa tanggal dan waktu, dan tipe data objek menyimpan data
berupa objek. Pendeklarasiannya harus menggunakan perintah Private, Public, Dim
atau Static.
Keyword
|
Digunakan
pada
|
Public
|
Berlaku
pada level modul
|
Private
|
Berlaku
pada level modul
|
Dim
|
Berlaku
pada level modul dan level procedure
|
Static
|
Berlaku
pada level procedure
|
<keyword> NamaVariabel [As
TypeVariabel]
Array
Array merupakan salah satu fasilitas
agar dapat menyimpan data secara berurutan dalam sebuah nama variabel. Dalam
array data tersimpan dengan menggunakan indeks untuk memudahkan pencarian
kembali data tersebut.
Array mempunyai batas atas dan batas bawah,
dimana data akan tersimpan di antara kedua batas tersebut. Semua elemen data
yang tersimpan dalam sebuah variabel array mempunyai tipe data yang sama. Semua
elemen data yang tersimpan dalam sebuah variabel array mempunyai tipe data yang
sama. Semua tipe data dapat dideklarasikan bagi variabel array.
![]() |
Operator Pada Visual Basic dan Urutan Operasinya
OPERATOR di dalam bahasa pemrograman bisa diartikan sebagai simbol
yang digunakan untuk melakukan suatu operasi terhadap nilai data. Simbol
operator bisa berupa karakter ataupun kata khusus.
Visual Basic 6 mengenal tiga jenis operator, yaitu :
- Operator Aritmatika digunakan untuk operasi matematis terhadap nilai
data. Simbol-simbol yang digunakan :
Simbol
|
Operasi
Matematis
|
Contoh
|
A
|
pemangkatan
|
5A2 hasilnya 25
|
*
|
perkalian
|
5 * 2
hasilnyal0
|
/
|
pembagian (hasil pecahan)
|
5 / 2
hasilnya 2,5
|
\
|
pembagian (hasil bulat)
|
5 \ 2
hasilnya 2
|
Mod
|
sisa
pembagian
|
5 Mod 2 hasilnya 1
|
+
|
penjumlahan
|
5 + 2
hasilnya 7
|
-
|
pengurangan
|
5 - 2
hasilnya 3
|
&
|
penggabungan string
|
5 &
2 hasilnya 52
|
- Operator Perbandingan digunakan untuk operasi yang membandingkan nilai
data. Simbol-simbol yang
digunakan :
Simbol
|
Operasi
Perbandingan
|
Contoh
|
<
|
lebih kecil
|
5 < 2 hasilnya FALSE
|
>
|
lebih besar
|
5 > 2 hasilnya TRUE
|
<=
|
lebih
kecil atau sama dengan
|
5 <= 2 hasilnya FALSE
|
>=
|
lebih
besar atau sama dengan
|
5 >= 2 hasilnya TRUE
|
=
|
sama
dengan
|
5 = 2 hasilnya FALSE
|
<>
|
tidak sama dengan
|
5 <> 2 hasilnya TRUE
|
- Operator Logika digunakan untuk operasi yang membandingkan suatu
perbandingan. Simbol-simbol
yang digunakan :
Simbol
|
Operasi
Logika
|
Contoh
|
Or
|
atau
|
(5 < 2) Or (5 > 2)
hasilnya TRUE
|
And
|
dan
|
(5 <
2) And (5 > 2) hasilnya FALSE
|
Not
|
Tidak
|
Not (5 < 2) hasilnya TRUE
|
Salah satu hal yang harus dipahami oleh programmer adalah
tata urutan operasi dari masing-masing operator tersebut sehingga mampu membuat
ekspresi yang akan menghasilkan nilai yang benar, Tabel di bawah ini
menunjukkan operator dan urutan operasinya dari atas kebawah.
Contoh :
A = 1 + 2 *
3
'Akan menghasilkan 7
B = (1 + 2) *
3
'Akan menghasilkan 9
Aritmatika
|
Komparasi
|
Logika
|
Pangkat
(^)
|
Sama
(=)
|
Not
|
Negatif
(-)
|
Tidak
sama (<>)
|
And
|
Kali
dan Bagi (*, /)
|
Kurang
dari (<)
|
Or
|
Pembagian
bulat (\)
|
Lebih
dari (>)
|
Xor
|
Sisa
Bagi (Mod)
|
Kurang
dari atau sama (<=)
|
Eqv
|
Tambah
dan Kurang (+,-)
|
Lebih
dari atau sama (>=)
|
Imp
|
Pengabungan
String (&)
|
Like
|
Langganan:
Komentar (Atom)
